Baskoro Sukristiawan, S.Pd

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang sakit, cedera atau kecelakaan. Tidak sedikit dari masyarakat umum ketika melihat korban kecelakaan biasanya lansung menolong tanpa memperhatikan Standar Operasi Pertolongan pertama yang benar akibatnya tidak jarang korban merasa tambah sakit atau menambah cidera tubuh korban, bahkan bisa jadi nyawa korban tidak bisa terselamatkan gara gara salah dalam penanganan awal. Untuk itu dalam artikel ini kami informasikan tentang bagaimana kita sebagai penolong mampu memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan secara cepat dan tepat.
Langkah pertama yang di lakukan penolong pertama atau first aid dalam memberikan pertolongan adalah melakukan assesment atau penilaian, diantaranya:
- Penilaian keadaan,
Penilaian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kronologis kejadian. Kita harus pelajari kondisi saat itu, kemungkinan apa yang akan terjadi, dan bagaimana mengatasinya. Kenalkan identitas diri kita dan minta ijin kepada warga di TKP.
- Penilaian dini
Langkah ini digunakan untuk memastikan bahwa korban diakibatkan karena penyakit atau cedera akibat benturan keras. Apabila korban mempunyai riwayat penyakit tertentu dalam memberikan PP harus meminta keterangan pada korban atau minta bantuan orang lain. Apabila diakibatkan karena benturan /cidera langkah yang kita lakukan adalah sebagai berikut: - Memeriksa Respon
Ada empat tingkatan respon korban, yaitu sering di kenal dengan ASNT yaitu Awas, suara, nyeri , tidak respon. Kita panggil dan kita cubit kulitnyat, periksa mata korban apakah bisa melihat dsb. Apabila tidak bereaksi berarti korban tidak ada erespon.
- Memastikan jalan napas (air ways) terbuka dengan baik. Jika korban tidak sadar kita lakukan angkat dagu tekan dahi beberapa menit dengan tujuan supaya jalan nafas korban terbuka dan korban bisa bernafas dengan lancar. Seorang anak bernafas dengan lancar apabila 15-30 x/menit, dewasa12-20 x/menit Banyak sekali korban meninggal dunia karena terlambatnya pertolongan terhadap nafas korban dan salah dalam penanganan. Korban tidak boleh diberi air minum sebelum dipastikan jalan nafas korban lancar.
- Menilai denyut nadi, Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis) adapun denyut nadi seorang bayi 120-150 x/menit, anak 80-150 x/menit dan dewasa 60-90 x/menit.
- Hubungi Bantuanorban Ti
- PemeriksaanFisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran. Kita harus mengetahui tubuh korban apakah ada perubahan bentuk, ada luka, ada nyeri dan ada bengkak . Dalam dunia medis hal ini dikenal dengan nama PLNB. Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban,perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Apabila terjadi pendarahan hebat segera hentikan pendarahan jangan sampai korban kehabisan darah sehingga bisa berakibat fatal.
- Evakuasi korban
Prinsip dasar pemindahan korban adalah; jangan dilakukan jika tidak perlu
melakukan sesuai dengan cara yang benar, kondisi fisik penolong harus baik dan terlatih. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan korban :
Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahan, rencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan korban, jangan memindahkan dan mengangkat korban jika tidak mampu, gunakan otot tungkai, panggul serta otot perut, hindari mengangkat dengan otot punggung dan membungkuk, jaga keseimbangan, rapatkan tubuh korban dengan tubuh penolong saat memindahkan dan mengangkat korban dan perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap. 2