
“ Hari gini gak ngerti Medsos ?? OMG !!!! Jangan ngaku anak jaman NOW dong kalau gak kenal sama si medsos, gak punya facebook, whatsApp, twiter sama instragram..” hmmmm..kata-kata seperti itu sering kita dengar keluar dari mulut orang-orang di sekitar kita. Memang, medsos itu bagaikan candu yang bikin ketagihan bagi masyarakat Indonesia khususnya remaja. Coba kita perhatikan anak-anak remaja sekarang, mereka identik dengan smartphone ditangan hampir 24 jam, ibarat hidup terasa hampa tanpa si smartphone..betul tidak ?
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini, hadirnya Internet semakin dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dan sebagainya. Nah, Banyaknya telepon pintar dan berkembangnya Internet, diikuti juga kehadiran media sosial. Apa sih Medsos itu ? Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat laman situs pribadi dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Kalangan remaja yang mempunyai media sosial biasanya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta foto-foto bersama teman-temannya. Mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren dan gaul. Namun terkadang tak sedikit remaja yang terlalu berlebihan dalam menggunakan medsos, terutama facebook.
Sudah umum seorang remaja memiliki paling tidak satu buah akun facebook. Facebook memang merupakan medsos terbesar selain twitter dikalangan anak remaja. Banyak remaja yang seolah olah tidak bertanggung jawab menggunakan medsos semacam facebook. kebanyakan remaja jaman sekarang terlalu sering update status yang terkesan memamerkan diri. Entah apa maksud mereka, jelasnya ini tentu saja akan memicu remaja lain untuk memamerkan juga kepemilikannya, bisa jadi facebook justru menjadi ajang pamer.
Lebih parahnya lagi, banyak remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan facebook sebagai ajang untuk mengujar kebencian, penghinaan kepada pihak lain dan menyebar berita hoak. Hati-hati lhoooooo….AWAS..Penebar kebencian, penghinaan di media sosial bisa diancam pidana. Semua disebutkan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana No 2 (f) “Ujaran Kebencian dapat berupa tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP, yang berbentuk antara lain: penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, penyebaran berita bohong dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada tindak diskriminasi, kekerasan, penghilangan nyawa, dan atau konflik sosial”. Selain itu tindakan tidak menyenangkan di media sosial juga akan di kenai pasal pelanggaran yang diatur dalam UU No 11 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik. Nah….mulai sekarang bijaklah menggunakan media sosial ya.. terutama facebook kalau tidak mau masuk PENJARA. Kalau ingin dibilang remaja gaul maka gunakanlah facebook dan medsos dengan tepat guna. Saling berbagi informasi, pengetahuan dll. Sebagai ajang mencari teman juga boleh, asalkan tidak asal add saja. Menggunakan jejaring sosial sebaik-baiknya, itulah yang dilakukan oleh seorang remaja gaul.(Ich)