Saturday, 11 April, 2026

KU PINJAM NAMANU DISEPERTIGA MALAMKU


By Dwi Hanifah (9E)

Disepertiga malamku, aku selalu bangun untuk bersujud kepada Sang Khaliq agar semua masalah yang kuhadapi cepat selesai. Karena beberapa hari yang lalu ada peristiwa yang belum pernah terjadi padaku. Hari jum’at adalah hari piketku, jadi aku berangkat lebih pagi. Saat sampai sekolah, ternyata sudah ada Azka di depan pintu kelasku. “Assalamu’alaikum Azka..” sapaku padanya. “Wa’alailumsalam, bidadari surgaku..” sambil tersenyum padaku. “Ah..dasar tukang gombal..” gerutuku sambil berlalu masuk kelas untuk segera melaksanakan tugas piket.

“Alhamdulillah…selesai..” gumamku. Saat aku balik badan untuk mengembalikan sapu, “ah..azka lagi..” dia berdiri di depanku, “pit..kamu seperti bidadari surgaku..” gombal..sambil aku berlalu tanpa melihatnya. Bel masuk berbunyi, dari jam pertama sampai jam terakhir, Azka berkali-kali berusaha untuk menggodaku, dan sering tidak memperhatikan bapak dan ibu guru yang lagi mengajar. “Azka…bisa duduk tenang gak ? ibu perhatikan dari tadi sikapmu tidak bisa diam..”tegur bu Ida guru yang paling galak, “syukurin..” batinku sambil mentertawakannya..

Alhamdulillah…..pulaaang…bergegas semua murid keluar kelas setelah berdoa, termasuk aku. Legaaa….sampai rumah bisa istirahat makan dan….banyak lagi yang ada dalam benakku. Sampai di pintu gerbang, aku ingat kalau mau mengembalikan buku punya andin. Aku berhenti sejenak untuk mengambil buku itu…tapi.”.eh…kok gak ya…!” kataku, sambil terus kucari-cari di dalam tasku. “ah..mungkin ketinggal di laci..” batinku. Aku segera balik ke kelas lagi. Dan..oh..tidak..masih ada si tukang gombal Azka. Aku cuek saja dan tetep menuju mejaku,

Braaak….ku dengar suara dari pintu…dan kulihat Azka menutup pintu kelas. Dengan perasaan sedikit takut dan suara agak tinggi, ku tanya si Azka “ Azkaa…kamu ngapain nutup pintu…bukaaa…” perintahku dengan sedikit marah. Azka tidak memperdulikan teriakanku, malah……tiba-tiba dia berjalan mendekatiku sambil…..”setetes embun pagi menghapus perihku yang dulu terluka kini tlah membaik. Kau malaikat cinta dari surga…” rupanya dia nggombal pakai lirik lagu cinta surga. “lagu itu untukmu Put..”dan tiba-tiba dia berlutut di depanku..”eh..ngapain kamu..pergi..minggir sana..” kataku masih dengan sedikit emosi. “Shidiqia Putri Chasa..maukah kamu jadi bidadari surgaku ?”…..Gubraaaaak…OMG…lebay pisan ni cowok gombal..”Put..andai engkau tau di setiap malamku aku bersujud pada Rabb ku. Dan di dalam doaku, aku selalu meminjam namamu untuk aku pertimbangkan dengan Robbku. Kau segalanya bagiku Put..” Jiaaahh…makin alay ni anak..pakai bawa-bawa Alloh lagi buat ngegombalin aku..batinku yang rada kesel sama sikapnya. “STOP..haii Azka..kamu nyadar gak sih…” kataku dengan agak sedikit senewen sama dia “kamu tau gak ? yang segalanya bukan aku tapi Alloh…terus yang harus kamu cintai saat ini adalah orangtuamu bukan aku..dan kalau kamu pengin ngilangin rasa sakit hatimu..baca tu Al-Qur’an tiap hari, biar hatimu tenang. Dan satu lagi..kamu tau kan kalau aku sudah di pesantren..?” ceramahku pada si gombal Azka. “iya..aku tau…terus..emang kenapa ? justru itu yang bikin aku jadi lebih suka sama kamu…” Azka membela diri..

Aku terdiam sejenak, dan akupun berlalu meninggalkan dia yang masih melow dengan perasaannya. Jujur sebenarnya aku baper dengan pernyataan dan sikap Azka tadi “terima kasih Azka, atas perasaanmu padaku..” “putri tunggu….aku belum selesai…!” Azka berdiri untuk mengejarku. Dan aku pun berjalan lebih cepat meninggalkannya dengan beribu perasaan gak karuan

Jam menunjukkan pukul 03.00, aku terbangun karena bunyi alarm HP yang aku pasang untuk membangunkan ku. Ku raih hp ku untuk kumatikan alarmnya…tiba-tiba…clunthing..ada chat wa masuk,,,”Assalamu’alaikum Putri…sholat malam yuk..” Azka….aku pun tersenyum…dan segera mengambil air wudhu.

0 comments on “KU PINJAM NAMANU DISEPERTIGA MALAMKU

Leave a Reply

Your email address will not be published.